.. PENGGERAK DAKWAH BERBASIS PENDIDIKAN ..

TKIT BAKORDA BANTEN BARAT BANGKIT BERGERAK

Kegiatan SOSIALISASI 12 STANDAR MUTU SIT adalah langkah awal JSIT Indonesia Korda Banten Barat dalam merangkul TKIT-TKIT yang selama ini belum ternaungi di bawah kepengurusan korda, so ... selamat bergerak !

JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU BANTEN

Terus semangat memajukan mutu pendidikan yang berkarakter (berakhlaq)

RAKOR JSIT BANTEN DENGAN ALEG BANTEN

Dari pertemuan ini menggarisbawahi bahwa JSIT sebagai bagian dari gerakan dakwah di Indonesia wa bil khusus bidang pendidikan dalam menjalankan tugasnya diharapkan mampu bersinergi dan searah ...

INFO UTAMA

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Sehubungan dengan adanya update keanggotaan dan permintaan untuk dimunculkan di website JSIT Indonesia, maka dengan ini mohon bantuan kepada seluruh anggota dan sekolah yang aktif di JSIT Indonesia mengisi form ini.
Paling lambat Kamis, 2 April 2015

Kemudian kirim via email ke jsitbanten@gmail.com dan cc ke email dwahyudi78@yahoo.com

tetap semangat !!!!

Minggu, 08 Februari 2015

ISLAMIC BOOK FAIR BEKERJASAMA DENGAN JSIT INDONESIA


Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia (JSIT INDONESIA) pada Islamic Book Fair 2015 bekerjasama dengan IKAPI Jakarta menggelar beberapa kegiatan sebagai berikut:
✅SEMINAR PENDIDIKAN dengan tema ‘Membangun Generasi Emas Melalui Pendidikan Berkualitas dan Islami’|Drs. Sukro Muhab, M.Si (Ketua Umum JSIT Indonesia)  di Panggung Utama, 2 Maret  2015 pk. 16.30 Wib |GRATIS Biaya Investasi
✅SEMINAR PENDIDIKAN dengan tema ‘Pengembangan Karakter Berbasis Neuro Science’ |dr. Amir Zuhdi (Pakar Neuro Science) di Kids Zone, 4 Maret  2015 pk. 16.00 Wib | Biaya Investasi Rp 75.000,-
✅SEMINAR PARENTING dengan tema ‘Kiat Mengatasi Stress Pada Anak’ bersama Dedi Martoni, M.Si  (Konsultan Sekolah Islam dan Fitriani FS, M.Si, Psi  (Psikolog Anak & Keluarga) di Kids Zone, 5 Maret  2015 pk. 16.00 Wib | Biaya Investasi Rp 75.000,-
✅CERDAS CERMAT SAINS & AL-QUR’AN | R. Anggrek, 4 Maret 2015 mulai pk. 09.00-13.30 WIB (Penyisihan & Semi Final) di Panggung Utama, 4 Maret 2015 mulai pk. 14.00-14.30 WIB (Final)
➡Peserta adalah kelas 4-6 SDIT/SDI/MI (3 siswa per tim/sekolah, diutamakan berdomisili di Banten-Jakarta-Jawa Barat)
Memperebutkan Trophy, Uang Tunai senilai Rp 7 juta dan souvenir/Goodybag
➡Peserta terbatas 100 tim, diawali babak seleksi (Beregu, multiple choice test, peserta membawa papan jalan, dipilih hanya 16 tim)
➡Hadiah lomba sebagai berikut:
��Juara I memperoleh piala, uang tunai sebesar Rp. 2.500.000,-, sertifikat dan goodie bag souvenir
��Juara II memperoleh piala, uang tunai sebesar Rp. 2.000.000,-, sertifikat dan goodie bag souvenir
��Juara III memperoleh piala, uang tunai sebesar Rp. 1.500.000,-, sertifikat dan goodie bag souvenir
��Juara IV memperoleh piala, uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,-, sertifkat dan goodie bag souvenir
➡Biaya Investasi Rp 100.000/sekolah. Tiap sekolah hanya diperbolehkan mengirim 1 (satu) tim
➡Babak seleksi dilakukan secara tertulis dengan soal multiple choice selama 30 menit, dikerjakan bersama dalam satu tim
➡16 (enam belas) tim terbaik masuk ke babak penyisihan
Tim yang lolos dalam babak seleksi, dibagi menjadi 4 (empat) sesie yang akan bertanding. Juara 1 (satu) akan masuk final).
4 (empat) Tim yang masuk final akan bertanding di Panggung utama
✅STORY TELLING, yaitu lomba bertutur atau berkisah Islami, dengan bahasa Indonesia.
➡Peserta adalah kelas 1-3 SDIT/SDIT/MI (diutamakan berdomisili di Banten-Jakarta-Jawa Barat)
➡Tema: “Aku dan Al-Qur’an”
➡Memperebutkan Trophy, Uang Tunai senilai Rp 4,5 juta dan souvenir/Goodybag
➡Durasi berkisah selama 5 menit/peserta. Peserta terbatas 30 anak.
➡Hadiah lomba sebagai berikut:
��Juara I memperoleh piala, uang tunai sebesar Rp. 2.000.000,-, sertifikat dan goodie bag souvenir
��Juara II memperoleh piala, uang tunai sebesar Rp. 1.500.000,-, sertifikat dan goodie bag souvenir
��Juara III memperoleh piala, uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,-, sertifikat dan goodie bag souvenir
➡Bertempat di Kids Zone, 4 Maret 2015 mulai pk. 10.00-15.00 WIB
➡Biaya Investasi Rp 50.000/sekolah
➡Tiap sekolah hanya diperbolehkan mengirim 1 (satu) peserta
✅Penampilan TARI SAMAN pada pembukaan Islamic Book Fair 2015 dari JSIT INDONESIA  Panggung Utama, 27 Februari 2015 Pk. 14.00-16.00 Wib | Sekolah Insan Cendekia Madani, Serpong
❤NOTE:❤
⭐Biaya Pendaftaran melalui Transfer ke Rek Bank Syariah Mandiri No. 7068976515 atas nama JSIT INDONESIA QQ. DANUS
⭐Contact Person:  Abdul Hakim (08128441063) | Fitri (0818725525)
⭐Info Lengkap klik www.jsit-indonesia.com
⭐Pendaftaran Paling lambat tanggal 19 Februari 2015
⭐Kunjungi Stand JSIT Indonesia di Lantai 2 No. 239

JSIT : GUNAKAN KURIKULUM 2006 DENGAN SEMANGAT KURIKULUM 2013

LANJUTKAN KURIKULUM 2013 ATAU GUNAKAN KURIKULUM 2006
DENGAN SEMANGAT KURIKULUM 2013

Merespon kebijakan menteri pendidikan dasar menengah dan kebudayaan yang mengintruksikan sekolah untuk menghentikan pelaksanakan kurikulum 2013 yang baru menerapkan satu semester dan kembali menggunakan kurikulum 2006. Dan bagi sekolah yang sudah tiga semester menerapkan kurikulum 2013 untuk terus melanjutkan atau bias kembali ke kurikulum 2006 dengan mengajukan keberatan. Ada kesan bahwa kurikulum 2006 lebih maslahat diterapkan daripada kurikulum 2013.
Dengan merujuk Landasan filosofis pendidikan Indonesia UU. SISDIKNAS No. 20 Th. 2003 ditegaskan « Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara ». Kurikulum 2013 lebih pas untuk merealisasikan tujuan mulia ini.
JSIT Indonesia, berpandangan bahwa kurikulum 2013 telah menjadikan pembinaan karakter sebagai muatan yang penting dalam proses pembelajaran di sekolah yang jelas terungkap dalam perumusan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Kurikulum 2013 secara konseptual telah membangun keseimbangan aspek sikap, pengetahuan (kognitif) dan Keterampilan dan juga kesinambungan kompetensi antar level kelas.
Keseimbangan sikap, pengetahuan Dan keterampilan ini tidak tampak dalam kurikulum 2006 yang terlalu cognitive oriented. kurikulum 2013 lebih mengedepankan semangat inquari dalam pembelajaran, melatih siswa lebih trampil, menumbuhkan jiwa nasionalisme dan kesadaran untuk semangat menjalankan perintah-perintah agama. Dengan demikian, Kurikulum 2013 sudah sejalan dengan visi dan misi serta tujuan pendidikan nasional.

Didasarkan pada tujuan pendidikan nasional dan konsep pendidikan Ibnu Shina yang melandasi stadar mutu SIT ,yaitu : “Pendidikan harus diarahkan pada pengembangan seluruh potensi yg dimiliki seseorang. Potensi ini tidak terbatas fisik dan intelektual namun juga budi pekerti, moral-spiritual. Selain itu pendidikan juga harus mampu menyiapkan seseorang agar dapat hidup bermasyarakat dan bermakna untuk masyarakat” . Implementasi model pendidikan ini telah kami realisasikan sejak berdirinya sekolah-sekolah Islam Terpadu tahun 1993. Pembinaan karakter di SIT telah dilaksanakan bahkan jauh sebelum Kurikulum 2013 dilaksanakan. Pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam tidak sekedar menjadi bagian dari mata pelajaran tapi menjadi budaya sekolah inheren dengan seluruh sendi-sendi kehidupan di sekolah dan di luar sekolah.

Dengan demikian JSIT Indonesia menyerukan pada seluruh sekolah SIT yang bergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu :
  1. Agar Pendidikan karakter ini tetap menjadi warna utama Pendidikan di sekolah Islam Terpadu apapun bentuk kurikulumnya, sekolah-sekolah IT dapat menggunakan kurikulum 2013 atau dapat menggunakan kurikulum 2006 dengan semangat kurikulum 2013.
  2. Sambil menunggu kesungguhan pemerintah memperbaiki system pendidikan yang akan diterapkan, kami JSIT Indonesia sebagai Induk organisasi akan berupaya menyerdahanakan model penilaian yang menjadi momok guru dalam kurikulum 2013 dan akan menyiapkan guru-guru untuk merealisasikan pembelajaran berbasis ilmiah dan religius.
  3. Meskipun JSIT menilai banyak kelebihan kurikulum 2013 dibanding Kurikulum Sebelumnya, Kami mendukung segenap upaya pemerintah untuk mengevaluasi kurikulum 2013 dalam tataran konseptual maupun pelaksanaan. Dengan belajar dari pengalaman penerapan kurikulum 2006 atau KTSP yang menurut hemat kami juga memiliki banyak kekurangan terutama dalam teknis pelaksanaannya di lapangan, tidak dipungkiri terdapat berbagai macam kekurangan dan bahkan kerancuan terutama dalam implementasi seperti pengadaan buku penunjang, rekrutmen instruktur nasional, pelatihan guru, dsb. Sehingga diharapkan kurikulum 2013 akan semakin sempurna ketika akan ditetapkan secara menyeluruh di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.
  4. JSIT Indonesia akan terus mendorong Pemerintah khususnya kemendikbud agar senantiasa berkomitmen untuk menjadikan karakter dan nilai-nilai spiritual menjadi pondasi Pendidikan Indonesia dalam pengembangan kompentesi peserta didik. Diharapkan dengan pendidikan karakter dan kompetensi yang dikembangkan tersebut akan menjadikan bangsa Indonesia terhormat dan bermartarbat dalam pergaulan antar-bangsa di dunia.

Jakarta, 9 Desember 2014
Ketua Umum JSIT Indonesia
ttd
Sukro Muhab

Senin, 22 September 2014

GEBYAR MILAD 11 JSIT INDONESIA, 22-26 OKTOBER 2014

GEBYAR MILAD 11 JSIT INDONESIA 

"Penguatan Pendidikan Karakter dan Pengembangan Kreativitas Siswa dalam Menyiapkan Peserta Didik Menuju Generasi Emas 2045"

Ikuti dan Sukseskan Olimpiade Saintek:
Olimpiade Matematika dan IPA (SD dan SMP)
Robot Camp (SMP)
Water Rocket Car Camp (SD)
 Kegiatan Pendamping:
Pelatihan dan Workshop Guru Pembina Olimpiade Matematika dan IPA
Lokakarya Pemberdayaan dan Pembinaan Kreatifitas Siswa Bagi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
Dilaksanakan di Yogyakarta, 22 - 26 Oktober 2014

DOWNLOAD 
SURAT UNDANGAN UNTUK KEPALA SEKOLAH DAN KETUA YAYASAN
KLIK DISINI

Minggu, 13 April 2014

KURIKULUM 2013 REFLEKSIKAN SIT

JSIT Indonesia memiliki standar mutu yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran.
Kurikulum 2013 Refleksikan SIT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Metode pembelajaran yang diterapkan sekolah Islam terpadu (SIT) dinilai sesuai dengan Kurikulum 2013. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, Musliar Kasim mengatakan, selain menilai aspek akademik, SIT juga menekankan pentingnya aspek sikap para siswa.

“Kurikulum 2013 merefleksikan apa yang sudah dilakukan sekolah Islam terpadu yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT),” ujar Musliar Kasim saat membuka seminar pendidikan bertema “Peningkatan Mutu SIT dan Sinkronisasi Kurikulum 2013 untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045″ pada acara Milad ke-10 JSIT di Jakarta, Sabtu (1/2).

Wamendikbud berharap, melalui sekolah Islam yang tergabung dalam JSIT, penerapan Kurikulum 2013 bisa lebih menggaung. Musliar menegaskan, perubahan model kurikulum harus didukung pemahaman yang baik oleh seluruh guru. `’Pada 2013 sudah dilakukan pelatihan terhadap 6.213 sekolah. Guru tidak membayar sama sekali dan buku panduan Kurikulum 2013 pun disediakan,” ungkap mantan rektor Universitas Andalas, Padang, itu.

Kurikulum 2013, papar Musliar, berupaya untuk menghasilkan generasi yang produktif, kreatif, afektif. “Generasi ini harus memiliki tiga kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Ini tidak bisa terwujud tanpa penataan kurikulum,” tuturnya.

Ia menilai kurikulum lama hanya sampai pada memberi pengetahuan, belum sampai membekali para siswa dengan keterampilan dan sikap. Menurut dia, pada kurikulum lama hanya ada dua mata pelajaran yang bisa membantu membangun sikap, yakni PKN dan pendidikan agama. Dalam Kurikulum 2013, kata Musliar, semua mata pelajaran harus bisa membangun sikap para siswa. Pada kurikulum lama, kata dia, selama 12 tahun para siswa belajar meng gambar. `’Tapi, tak ada yang ber – hasil menjadi seniman hebat dan berpenghasilan dari melukis kecuali setelah belajar di universitas, ikut dalam sanggar, atau keluarganya pelukis. Bahkan, pelajaran olahraga pun bisa digunakan untuk membangun sikap anak-anak,” cetusnya.

Perubahan mendasar dalam Kuikulum 2013, kata dia, ada pada konsep, buku, proses pembelajaram, dan penilaian. Dulu, tutur Musliar, tidak ada definisi kompetensi lulusan SD. Dalam Kurikulum 2013, mata pelajaran untuk siswa SD yang awalnya berjumlah 12 diringkas menjadi menjadi enam mata pelajaran saja. `’Dua belas mata pelajaran membuat anak fobia belajar. Tidak ada masa bermain selain Ahad,” ungkap Musliar yang langsung disambut tepuk tangan ratusan peserta Milad JSIT dari seluruh Indonesia.

Standar mutu JSIT Ketua JSIT Indonesia Sukro Muhab menyatakan, SIT yang tergabung dalam JSIT terbuka dengan semua model kurikulum. Menurutnya, JSIT memiliki standar mutu yang selalu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Menurut dia, kekhasan sekolah Islam terletak pada pelibatan nilai Islam dalam semua aktivitas di sekolah. `’Nilai Islam jadi bingkai, mulai dari pembelajaran hingga standar kompetensi lulusan,” ungkap Sukro Muhab di sela- sela Milad ke-10 JSIT.

Sukro mengungkapkan, sebelum penerapan Kurikulum 2013 yang menekankan keseimbangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan, sekolah-sekolah Islam terpadu sudah lebih dulu menerapkan itu. `’Sehingga, guru-guru sekolah Islam juga sudah tidak kaget dengan mekanisme pembelajaran, penilaian, dan laporan hasil belajar (rapor) yang memuat deskripsi perkembangan belajar para siswa.”

Standar mutu SIT, kata dia, juga sinkron dengan Kurikulum 2013. Sebab, siswa dibimbing untuk membangun sikap positif. Di sekolah Islam, guru membangun sikap anak-anak dengan nilai Islam yang dijabarkan dalam semua pembelajaran, termasuk penguatan akidah. “Jadi, guru apa pun, sejatinya mereka adalah guru agama,” kata Sukro. (ed:heri ruslan)


Popular Archives

LOGO SEKOLAH

Nurul Fikri BS
Yayasan Asy Syukriyah